May 31, 2017

Puasa itu .....



Makin tafakur (kontemplasi/ mikir) makin sadar, agama itu arahnya ke dalam, buat DIRIKU, bukan ke luar atau untuk MEREKA.

Saat ada orang yang pindah agama, MIKIR, ngapain aku sok-sokan menghujat, sementara kelakuanku jauh dari gambaran ideal agamaku seperti yang tertulis di Al Quran. Sehingga orang sering melihat miris pada agamaku. Padahal yang butuh taat itu aku, aku dulu yang harus taat.

Saat ada muslim/ non muslim yang ngga puasa, mulut ini mau berpuasa, untuk ngga mudah nyinyir/ menghujat mereka yg ngga puasa walau pun menghujat/ nyinyir hanya dalam hati karena merasa diri lebih baik, padahal belum tentu hati ini dinilai bersih oleh Allah

Karena memang tujuan puasa untuk TAQWA, bukan hanya DIET menahan lapar dan haus. Puasa kalbu, kalbu yang dilatih untuk menahan ego dan napsu supaya tetap taat pada ALLAH apa pun skenario dan ujian yang Tuhan berikan

Saat puasa diberi sakit, ikhlas, taat, nurut pada nasehat dokter untuk ngga puasa, ngga ngedumel karena harus membayar puasa nanti di hari lain.

Berasa betapa jubah KASIH Allah Maha Besar, DIA beri kemudahan berupa 'ijma' bagi musafir dan atau muslim yang tinggal di negara 4 musim yang harus puasa dengan jangka waktu yang panjang. Allah tidak ingin mempersulit apalagi mencelakai jiwa kita

Puasa mengajarkan aku menjadi manusia sejati, seperti bayi, mengusir sifat binatang yang mudah marah seperti harimau, ego sangat tinggi seperti singa, sombong bagai burung merak, rakus hingga menyikut teman/ saudara, dengki dan dendam dari kalbuku

Karena ALLAH sangat cinta pada masterpiece-nya, manusia, DIA ingin SEMUA ciptaanNYA masuk surga, SEMUA, tidak terkecuali, sehingga di bulan Ramadhan ini DIA royal memberi banyak bonus berlipat-lipat, supaya aku tertarik untuk berpuasa dan ibadah yang lain karena KEBUTUHANku untuk taat karena cinta kepada Allah, bukan karena keterpaksaan

Aku yang BUTUH puasa untuk memperbaiki kalbu dan taat, rela diatur TUHAN, supaya puasaku berkualitas bukan hanya lapar dan haus yang aku peroleh smentara aku tetap zalim, sombong, riya, menuruti egoku.

Semoga puasa kali ini membawa kebaikan bagi jiwa


*rangkuman sinergi tafakuran "Mutiara Tauhid" 

#Tafakur #RenunganRamadhan #RenunganKalbu

May 13, 2017

Benarkah Setan Dibelenggu Di Bulan Ramadhan?



Seseorang menulis di twitter setahun lalu, "katanya bulan ramadhan setan dibelenggu, tapi kenapa puasa pertama udh twitwar, tawuran...."
Jaman dulu setiap ada ustadz ceramah "setan dibelenggu di bulan suci ramadhan" otak saya yang sangat imajinatif membayangkan makhluk jelek hitam menyeramkan dibelenggu kaki dan tangannya dengan besi dan ada pemberatnya bola besi seperti di kartun - kartun tentang penjahat Siberat.
Itu pemahaman saya beberapa tahun lalu, karena baru sekitar 2 tahun lalu di grup tafakuran saya sadar, SETAN ITU BUKAN MAKHLUK, dan agama islam terutama al quran banyak mengandung PERMISALAN, sehingga dibutuhkan MIKIR dgn akal dan kalbu untuk memahami ajaran islam.
Kenapa saya baru sadar ya kalau setan itu bukan makhluk, padahal di Alquran Allah berfirman, setan itu terdiri dari jin dan manusia, jadi setan bukan makhluk, tapi sifat buruk jin dan manusia yang menuruti ego,dan nafsu buruk seperti amarah, sombong, dengki, hasad, iri, sedih yang berlebihan dan lain-lain.
Setan yang paling bahaya adalah diri sendiri. Sudah jauh dari Tuhan, menjadi setan, tapi masih merasa suci. Saya, sudah pasti pernah menjadi setan. Tapi Allah maha baik, jubah kasihNYA luar biasa besar.
Jika iblis tidak diberi kesempatan untuk taubat, ALLAH selalu memberi kesempatan pada setiap manusia dan jin ciptaanNya untuk taubat selama masih hidup di alam dunia. Kalau pagi kita menjadi setan, Allah memberikan kesempatan 5 kali untuk taubat melalui sholat wajib
Setan dibelenggu selama bulan suci Ramadhan menurut saya mengandung arti, AKU, AKUlah yang harus mengendalikan nafsuku, supaya di bulan baik ini, aku lebih taat dan rela diatur ALLAH, bukan mengatur orang lain untuk tidak menggangguku selama bulan Ramadhan
Rela diatur untuk bangun di pagi buta untuk sahur, rela puasa hingga magrib meski banyak kerjaan, meski panas, meski haus, meski lapar. Rela untuk tidak berpuasa saat mens dan membayarnya ikhlas nanti di hari lain secepatnya. Rela untuk tidak terbakar amarah saat ada yang mengajak twitwar, rela dibilang muslim abal-abal oleh orang yang merasa lebih suci dan lain lain
#tafakur #renungankalbu #renunganramadhan #Ramadhan

May 3, 2017

Jangan Jadikan Indonesia Seperti Suriah

Pengungsi Suriah di Area Blue Mosque



Tulisan tersebut dimuat di seword di link di bawah ini. Berdasarkan pengalaman saya ke Eropa Desember- Januari 2017. Saya bisa merasakan perbedaan Eropa saat kunjungan saya di tahun 2006, 2013 dan 2017.

jangan-jadikan-indonesia-seperti-suriah

Terkesan lebai dan terlalu takut, tapi menilik keadaan di Indonesia beberapa tahun ini, terutama sejak Pemilihan Presiden dan PILKADA DKI, saya pikir perlu direnungkan bersama. Kita sangat bersyukur tinggal di negara yang kaya sumber daya alam, budaya dan bahasa. Tuhan seperti menganugerahkan segala kebaikan di kepulauan yang membentang di katulistiwa ini. Cuaca yang nyaman seakan hal yang lumrah yang lupa kita syukuri.

Semoga setelah membaca tulisan saya di link di atas, kita bisa semakin bersyukur terpilih lahir dan besar di Indonesia, makin menghargai keberagaman dan saling menghargai.


#Traveling #Journey #Suriah

Let it go - Menanggapi fenomena pelakor

Entah karena ada medsos atau memang angka perselingkuhan makin tinggi, kenapa akhir2 ini makin banyak perselingkuhan. Entah karena per...