April 14, 2017

Penipuan (scam) di Paris dan kota-kota tujuan wisata lainnya. WASPADALAH!

Montmartre, May 2006
Kemarin malam ada seorang teman share status tentang satu keluarga turis asal Indonesia yang kecopetan 20.000 euro. Wow ! Itu jumlah yang sangat besar. dan tiba-tiba saya teringat postingan saya tiga tahun yang lalu di salah satu grup backpacker. 
Seorang teman Indonesia, doktor (S3) lulusan universitas bagus di Perancis (beasiswa), pergi ke Paris untuk meeting. Kebetulan beliau menginap di Guest House di kawasan Montmarte. Suatu sore karena ingin melihat Montmartre yang tersohor pernah menjadi tempat tinggal para pelukis terkenal dunia itu, dia jalan-jalan ke area sekitarnya. 

Di suatu tempat ada kerumunan turis Asia yang berdiri menonton kabaret, dia pikir itu gratis, begitu pula para turis Asia di situ mereka pikir itu gratis. Entah bagaimana mereka digiring ke dalam cafe untuk menonton kelanjutan kabaret. 

Di dalam beliau ditawari vodka, beliau menolak karena muslim, dan lebih memilih jus orange. 

Setelah selesai saat minta bill, kagetlah beliau, karena hanya untuk segelas jus orange dia harus membayar EMPAT RATUS EURO??? secara dia sudah sekian tahun tinggal di Perancis, dia tahu berapa harga jus orange yang normal. 

Karena bahasa Perancisnya fasih dan lancar, dia protes, di bill tertera dia minum vodka mahal, padahal nyatanya dia hanya minum jus. Sayangnya walau sudah menunjukkan dia bukan turis yang mudah kena getok, tetap saja dia harus bayar 400 euro, karena algojo/ preman tinggi besar orang Romania sudah mengancamnya. 

Itu belum selesai, ada lagi bill 600 euro untuk kabaret. Kali ini dia protes lagi, kabaret ecek-ecek spt itu 600 euro?? Tentu saja protesnya dalam bahasa Perancis yang lancar. 

Tapi karena di bawah ancaman pisau si preman Romania, dia terpaksa bayar. 

Jadi total kerugian dia 1000 euro utk sekedar minum orange jus dan kabaret jalanan. 

Tentu saja ini membuat dia trauma untuk sementara waktu dengan kota Paris. 

Begitulah musibah, datang tanpa diundang, dan tidak ada hubungan dengan harus mandi tujuh kembang atau mandi di tujuh pancuran hehe kecuali anak didik eyang Subur.


Baca juga artikel "Tips Traveling Yang Aman"

Penipuan lainnya yang saya lihat di Paris, kalau teman-teman ke Eiffel atau tempat wisata lain seperti Musee Du Louvre, ada beberapa cewek muda Eropa Timur bawa selembar kertas sambil tanya 'Do you speak English?" lebih baik dihiraukan karena kalau kita jawab dan diajak ngobrol, akhirnya dia akan minta kita tanda tangan dan minta uang minimal 10 euro. 

Modus penipuan lainnya masih di Eiffel, kebetulan waktu ke Eropa Mei 2013 saya ketemu kakak kelas, Ira Wibowo yang sedang shooting sinetron 'Love in Paris' kejadiannya menimpa Mbak Ira. Saat dia sedang menunggu giliran shooting di Champs de Mars, ada perempuan setengah baya (orang romania) yang tiba-tiba menunduk di dekatnya mengambil benda seperti cincin emas. Dia ngajak ngomong Mbak Ira, bilang baru saja nemu cincin emas, ngomong betapa beruntungnya dia dan seterusnya. Abis itu ibu ini jalan, beberapa menit kemudian dia balik lagi ke Mbak Ira. Dia bilang sudah memastikan cincin ini cincin emas dan ada mata berliannya. Terus dia bilang dia ngga butuh cincin itu dan pengen kasih ke Mbak Ira, tapi dia minta uang 20 euro. tentu saja ditampik sama Mbak Ira, "Bu lebih baik ibu jual aja cincin emas itu, krn jumlah uangnya pasti lebih dari 20 euro" 
Eh penipu gagal menipu hehe. 


Baca juga Rekomendasi tempat yang harus dikunjungi di Paris 10 Things To Do At Paris


Bertemu Mba Ira W di Champ Mars, Paris, Mei 2013
Masih di Paris ini nyaris menimpa pada saya Desember 2016. Satu modus scammer lainnya adalah, seorang perempuan 'bule' cantik  berambut gelap (dari aksennya sih eropa timur) mendekati kita dengan berpura-pura sebagai pegawai SNCF (dia akan menunjukkan kartu seolah-olah kartu ID karyawan SNCF, Jawatan Kereta Perancis). Kalau melihat antrian panjang di depan loket pembelian tiket, mereka akan mendekati orang-orang yang berwajah turis dan seolah akan membantu, tapi akan menipu kita yang membeli dengan kartu kredit. Lebih baik abaikan saja dan beli tiket langsung di loket. 

Kalau di Istanbul nih scammernya punya modus lain, laki-laki muda ganteng mendekati turis perempuan yang sendirian, merayu-rayu diajak jalan bareng ke cafe ternyata dibawa ke tempat jualan karpet. Di dalam toko teman-temannya menawarkan beragamm karpet khas Turki dan dipaksa untuk beli. 

Cerita di atas saya bagi di backpacker dunia tiga tahun lalu saya pikir masih ada manfaatnya, dan ini ada share/ komen dari teman-teman : 

Dita Dinastry Zakiudin hm.. montmarte memang rawan.. tapi dulu papa kena di notre dame ya? Zakiudin Munasir dan suami saya hampir kecopetan di champs elysees kalau saja tidak diteriakin seorang warga Indonesia juga yang melihat di belakang


Reza Liem mantap kali... Scam Info begini sangat berharga.
Kalau cewek" cakep bawa selebaran dan minta 10 euro saya alami juga di Barcelona tepatnya di depan sagrada familia.. tapi saya kasih 1-2 euro saja. karena yang minta sumbangan cewek" jadi saya tidak takut.

Penipuan juga di Milan :
Banyak burung dara, tiba-tiba ada orang kasih segegam jagung ke saya, saya pikir gratis, lalu ia foto" kan saya... dan akhirnya dia minta 40 euro... sambil dikelilingi 3 pria kulit hitam... saya bilang gak punya duit saya kasih 20 euro hanya untuk beberapa butir jagung... toh foto"nya pakai kamera saya. (dari sini jadi trauma kalau ke area orang kulit hitam + imigran). 

Penipuan juga di Roma :
-orang" kulit hitam kasih tali perdamaian dunia, saya kira itu bentuk dukungan moral untuk perdamaian.. eh setelah dipakai dia minta 10 euro.... 
-lalu saya juga dicopet di vatikan oleh pengemis, tapi untung saja dompet dikembalikan karena di dompet sengaja saya isi duit rupiah, duit euro saya taruh di tas pinggang dibalik baju... mungkin bagi mereka buat apa rupiah, lalu mereka kembalikan dan minta belas kasihan euro... saya kasih cuman 50-70 sen aja... hahaha... karena toh saya gak takut karena pengemis2 wanita tua. untung saja mereka tidak tau kartu kredit... kartu kredit+dompet+uang rupiah tetap utuh...






Sascie Adisaresti yang di Eiffel bener banget itu, ada perempuan nanya do you speak english, saya kira mau tanya arah atau apa, ternyata nanti dia minta uang
waktu itu saya kasih beberapa sen, trus dia ngelunjak minta satu euro
kebetulan belum pernah sampe diminta sepuluh euro

trus di sekitar notre dame suka ada gerombolan orang ngaku ngaku dari yayasan tuna netra, mereka menunjuk nunjuk kertas minta sumbangan, mintanya sedikit maksa sampe udah jauh pun masih diikutin

satu lagi sih di sekitar sacre ceouer banyak penjaja souvenir orang afrika, mereka bilang mau bikinin gelang gratis, nanti ujungnya dipaksa beli (kalo ini sempet baca di internet, pas kejadian sih jutekin aja orangnya, nanti juga dia males)


Arif Umami wah yg diceritakan diatas bener semua dan ud pernah q alami (kecuali yg kabaret )..malah pernah iseng nimbrung ikut judi di jembatan di sungai seine,,taruhan 50 euro,, permainan yg gampang dan trik murahan... karena tebakanku selalu bener, org2 sekitar jadi ngikut apa yg q pilih.. tp untungny berhubung kata bang roma judi itu dilarang, q g ikut taruhannya..cuma iseng aj..alhasil, si bandar kesel juga.. katanya "no money no game"


Paradigma Indra kalau modus yang bawa selembar kertas sambil tanya 'Do you speak english? malah sering di datang'i. " tp sy jawab aja. " I don't speak English" 5555. yg modus Cincin emas itu juga pernah, tp pria negro yg namwari. kok modusnya sama semua ya.. ! apa ini sindikat.


Puput Anggraini Cibro kalo modus yang "do you speak english" itu aku ngalamin tuh.. tampangnya sih lebih kayak "gipsy" gt. dia nutupin kolom nominal uang yang harus diisi. aku udah tulis(palsu sih smua dtnya), pas dia buka kolom nominal, dia blg "only one euro..." aku langsung blg "I have no money" terus dia pergi.

Huans Sholehan nice info. kalo saya kena tipu nya yang modus tanda tangan, di Barcelona. awalnya dia memang menyapa kita dan ngajak ngobrol. tapi setelah itu minta saya tanda tangan dan minta uang 10 euro. saya ga kasih dan pergi ninggalin dia. ciri2 nya benar juga, ada aksen lain dalam gaya bicaranya tapi saya ga tau dari rumania kah ato mana.


Fransisca Widi iya, banyak org Afrika yg ngintilin maksa beli souvenir pas di Louvre, Trocadero, Eiffel, ama Sacre Coeur. Kalo cewe2 yg nyodorin selebaran aku ktemu di deket Pont Neuf, ngintilin juga sambil nanya "do you speak English" aku cuekin aja sambil kadang jawab "kagak kagak"  kalo pas di Metro ada pengamen yg nyanyi gajebo trus minta duitnya rada nyolot pake melotot ke penumpang. aku nya pura2 ngorok sambil kelonan ransel  hehe...

kalo di Paris warga lokal sebel ama org Romania ya? kalo di Belanda sini warga lokal pada sebel ama org Morrocco.
Org2 Marroccan ini sering bikin ulah. terutama gerombolan anak mudanya. Kalau udh malam, hati2 saat naik tram. jangan duduk di gerbong paling belakang, krn disanalah biasanya gerombolan Marroccan ngendon, dan kadang mabuk jg. Banyak kejadian penodongan terjadi di gerbong paling belakang tram saat tengah malam.



Recky Aprilliano Zulfikar saya dulu pernah di seputaran louvre banyak anak perempuan yg bawa selembaran kertas, mereka mengaku bisu, di selembar kertas ada logo UN, trus saya rogoh kantong,eh yg keambil 10 euro, trus saya rogoh kantong lagi, ternyata ada 5 euro, jadi saya kasih aja 5 euro nya, eh setelah 5 euro nya diambil mereka, mereka maksa minta yg 10 euro juga, alhasil saya kabur... trus pas jalan ada orang lokal yg teriak "don't you ever give a money to them, they are scam" setelah itu saya langsung berhati2..



Siska Purwono Di Belanda pun harus selalu waspada dengan barang2 kita. Juga di schiphol, ataupun di resto, tas jangan diletakkan begitu saja apalagi di bawah ....tahu2 bisa sudah menguap tasnya sesudah selesai makan.



Siska Purwono Pimpinan tempat saya dulu bekerja, pernah kehilangan koper di Schiphol. Nengok sebentar lihat temannya dimana, eh tahu2 koper sudah hilang.





Sherly Milana Daud RatuAli Alhamdulillah slama trips aku blm pernah ngalamin yg aneh2 kayak gitu. Dgr bnyk crita2 serem, better ga usah involve sm yg aneh2 deh. Kalo dah ada prasaan ga enak, lariiii aja, hehehe.. Kalo ngerasa ada yg ngikutin misalnya, lari ketempat rame. Follow do n don't nya pas nge trips.. Kalo aku trips pas sightseeing, anti bawa tas backpack, krn bnykan kejadian yg dicoleng isinya yg backpack gitu. Aku sll pake tas slempang dgn risleting n jaket diatasnya. Save.insyaAllah Kalo mo ambil sesuatu dgn cpt merogohnya. Kamera jg jgn jgn asal kluarin. Ga usha terlalu sok turis. Kalo masuk daerah bronx, better sembunyiin. Kliatan aja kayak orng lokal, jng clingak clinguk ga pede, (muka asia kita dah cukup beda kalo kita orng pendatang) tp atleast nunjukin kita dah faham skitar. Penipu bakal liat2 dulu calon mangsanya..  insyaAllah. Baca doa tiap saat n berpikir jernih, waspada kayak kucing.. Tapi ttp fun doong. N jangan parno-an! Hehe..

Astri Ferdiana mb Siska Purwono iya, temen saya pernah mengalami waktu kita baru ngobrol sambil makan di McD Damrak di Amsterdam, tas kita taruh di kaki kursi, selesai ngobrol tau2 udh gk ada  untung diasuransikan isinya oleh scholarship yang kami terima waktu itu.

Luciana Tampubolon modus yg sama spt mbak Sari ceritakan jg bnyk terjadi di Istanbul-Turki. pernah nonton di natgeo travel scam city. yg di incar solo traveller, terus di ajak kenalan+ngobrol2 sambil jln, yg akhirnya sbg tanda pertemanan di ajak ke sebuah pub utk minum bir, terus si scammer pura2 ke blkg nanti dtg cewek nemenin minum di meja jg, dan ending nya dtg tagihan bir yg luar biasa mahal + tagihan jasa cewek yg nemenin minum bir total EUR 800-1000 gt, dan si scammernya blg dia hidup cukup lumayan dr komisi menjaring turis2 ini ke pub2 tsb. di Thailand prnh dgr modus serupa bagi yg terjebak mau nonton go-go show/ping-pong, pub nya jg kasih tagihan bir super mahal dgn bbrp preman buat nakut2in.

Aris Tayu Gipsi Romania ini memang sangat meresahkan Eropa. Para copet yang terkenal di italy pun dari golongan mereka ini. Hampir disemua negara Eropa bikin rusuh/kriminal. Puasa tahun lalu, kami makan kebab di sebuah kios di Norway. Habis makan beli coca cola, aku bawa keluar taroh di meja. Baru aku taruh langsung disambar seorang gipsi perempuan Romania, langsung dibuka dan diminum di depanku & teman2ku:) Semuanya pada ngakak wkwkwwk...ngak ada basa basinya. Di Oslo lebih parah lagi, kalau siang mereka mengemis dijalan, pakai semacam (kerudung), sementara tinggalnya di hutan2 (bikin gubug2 liar). Sebagian yang lain masih mau jualan koran terbitan sendiri (fotokopian), yang isinya bahwa mereka juga manusia yang butuh makan. Korannya dijual murah. Kalau yang ini masih mendingan, mau usaha. Istri boss yg orang UK, waktu di daerah Tuscany sempat kena 2x. Mereka nyamperin, trus ngibas2in semacam kain/kertas dimuka si istri, begitu si istri ngak konsen, bablaslah dompetnya. So hati2 saja kalau jalan, jangan bawa banyak cash, dan hindari kerumunan yang ngak jelas (informal), karena mereka kadang berkelompok/geng.

Puspita Anggraeni Pernah kena scammed, pernah kena mugged, pernah kena tangkap polisi dan ngendon di penjara, pernah dihijacked, pernah ketahan di bandara karena ada demo, pernah kebanjiran, pernah kebakaran. Tetap saya ngetrip. Solo. Dan belum niat berhenti. Nasib saya memang sial tapi tetap ngotot melihat dunia. Terlanjur traveloholic dah.

Ahlan Syahreza kejadian di roma tahun 2012 ..
hati2 ktika naek metro atau subway ..
kali ini modus copetnya adalah wanita italia pura2 hamil .. trus berusaha mepet2 ke kita .. nah karena kita kira dia hamil pasti orang baik2 .. gak taunya dia coba memanfaatkan keleng
ahan kita >
seorang turis kanada hampir aja kehilangan dompet untungnya temennya liat dan ngomong klo perempuan hamil itu lagi merogoh kantong celana>
eh pas ketahuan dia yang nyolot ..bilang hati2 ya .. dia lagi hamil dan turis tadi bs di penjarakan krn pelecehan sexual.
sungguh lucu .. " maling teriak maling "
klo saya sih selalu berusaha meletakkan dompet di kantong depan. supaya lebih aman.
betul kata bang napi kita harus " waspadalah .. waspadalah "


Baruna Skywalkerr jdi inget pas di penang, nyaris dikerjain sopir taksi, malam sebelumnya naik taksi dari hotel nazza ke gurney mall, totalnya RM 08.80 sy bayar ajah RM 10 trs paginya naik taksi jg dg rute yg dikit berbeda dg tujuan sama. tetapi meterannya itu rusak digitalnya dan meteran taksi itu yg mestinya RM 10.90 jadi RM 00.90 dan konyolnya dia nagih saya yg RM 90 ...terjadilah adegan bentak bentakan di dalam taksi didepan gurney mall,.. dan kututup teriakan lantang im INDONESIAN ARMY,..dia pun terdiam seribu bahasa dan sy keluar taksi dg menyodorkan uang RM 11 saja. (padahal badan melar kayak gini, mkn dia ngira sy gila , atau mkn juga dia abis baca berita ttg di lapas cebongan beberapa waktu lalu  )





Fransisca Widi Saya jg pny pengalaman buruk sama sopir taxi di KL. Pas malam2 pulang dr Petaling, saya dan teman-teman naik taxi mau balik ke hostel di kawasan Bukit Bintang. Dapet sopir taxinya org India Tamil gitu. Based on rute jalanan dalam ingatan saya, saya sadar ini taxi malah muter2 gak jelas juntrungannya. Saya bilang koq jalannya malah muter2 kejauhan gini sih? si sopir mengelak dengan dalih ada perbaikan jalan. Tapi yang paling bikin kesel adalah sikap tidak sopannya itu. Sepanjang jalan dia tak hentinya berbicara porno dan gak karuan, bahkan coba-coba mencolek-colek teman saya yang duduk didepan. Kontan saja kami cewe-cewe pada teriak2 didalam taksi minta diturunkan saat itu juga. Untung keadaan jalan sedang lampu merah, sehingga kami langsung lompat ramai2 keluar taxi. Sialnya ada di saya! Saat teman2 sudah keluar semua, saya masih ketinggalan didalam taxi dengan posisi dibelakang sopir, berusaha membuka pintu taxi yang ternyata sudah dikunci kembali oleh si sopir bejat. Sial! Si sopir dengan kurang ajarnya terkekeh-kekeh sambil bilang "you stay here with me"  kontan saya menjerit histeris dan gedor-gedor kaca jendela teriak "POLIIIISSSSS" Mungkin si sopir itu juga takut orang2 disekitar taxi nya akan mendengar teriakan saya, dia lalu membuka automatic lock nya. Dan saya pun lari tunggang langgang sambil teriak memanggil teman2 saya yang sudah lari duluan. Sumpah kejadian itu bener2 bikin shock n nangis. Ngeri banget ngebayangin kalau dibawa kabur sopir taxi n diperkosa, gmn cb?  Itu pengalaman scam pertama dalam perjalanan pertama saya backpacking. Untungnya habis itu gak kapok utk traveling lagi  malah makin kecanduan 

Thofan Meninao Wakakakakaa...iiih pipih! Ceritanya sama kayak di atas kok. Ada semacam sindikat,saya pikir. Menggiring kami ke club yg akhirnya harus menelan coke seharga us $100. Kejadiannya di taksim, pusat kumpul anak muda di istambul. Seksih..sekian dan terima kasih... 

Joi Surya Dharma 
Yg gelang2 di montmarte memang annoying. Sy sampe nunggu pas orang2 afrika itu meleng.... Atau saran saya masuk kedalamnya rame2 ama orang lain aja.

Serem ya? Kalau sudah ngalamin pasti parno dan trauma. Tapi bagi kebanyakan traveler sejati (baca "solo / independent traveler, krn tdk semua independent traveler backpacker) hal ini tidak menggoyahkan iman mereka untuk melihat dunia. Kalau lagi apes ya apes aja, di Jakarta juga banyak copet kok hehehe Yang penting harus tetap waspada, kalau sudah waspada tapi tetap kena tipu/ kecopetan, ya itu namanya qadar (takdir), traveler hebat kelas dunia aja pernah/ sering kecopetan kok 

Baca juga tips untuk mencegah jadi korban pencopetan dan scammer di link ini Tips Keamanan Saat Traveling

Baca juga kisah perjalanan saya di Milan : Kunjungan Ke Markas AC Milan

*Catatan : tulisan ini tidak bermaksud mendiskriminasikan suatu suku bangsa / negara. Jika disebutkan dari mana asalnya itu adalah untuk menjelaskan fakta, sama seperti jika ada berita telah tertangkap teroris pengebom gedung WTC WN dari negara X, pembaca yang pintar tidak akan menggeneralisasi semua orang dari Timur Tengah Teroris. please be smart. thanks 

#Tipstraveling #Safetraveling #Backpacker #scammer #Safetrip 


No comments:

Post a Comment

Let it go - Menanggapi fenomena pelakor

Entah karena ada medsos atau memang angka perselingkuhan makin tinggi, kenapa akhir2 ini makin banyak perselingkuhan. Entah karena per...