March 5, 2017

Pada akhirnya hanya ada kita dengan Tuhan kita.




































Tidaklah mengapa orang lain menilai kita jauh dari apa yg ada di dalam hati kita.

Segala kebaikan ke semua makhluk ciptaan Tuhan diniatkan hanya untuk Tuhan, ikhlas, bukan mengharap pujian, bukan karena takut cap buruk dari orang lain

Belajar ikhlas, jika masih ada orang yg susah mempercayai kita dan berprasangka negatif. Padahal sudah berniat baik menolong dan jujur

Belajar ikhlas jika ada orang mempertanyakan iman kita

Pada akhirnya keikhlasan pada Tuhan yg menyelamatkan kita, wujud syukur atas cinta/ kebaikan yang Tuhan berikan.

Biarlah menjadi urusan dia dengan Tuhannya. Tak perlu kau kerahkan energi untuk menjelaskan kebaikan atau kejujuranmu

Karena sekalipun saat ini Tuhan memberikan kisah hidup yang sedih, sulit, itulah cara Tuhan menguatkan kita dan tetap ingat akan keberadaan DIA

Hidup susah kita tidak seberapa dibandingkan Nabi Ayub, sementara kita bukanlah nabi yang akhlaknya sebaik Ayub. Lalu mengapa sedih jika orang lain menganggap hidup susah ini karena kita pendosa? Mengapa sedih kalau orang menilai doa-doa kita belum diijabah karena kita pendosa, sementara Nabi Zakaria sabar berdoa berpuluh-puluh tahun?

Belajarlah pada Nabi Ayub. Belajar sabar dan berprasangka baik seperti Nabi Zakaria.

Pada akhirnya hanya ada kita dengan Tuhan kita di akhirat nanti

Yang lain hanyalah perantara kita untuk membalas kebaikan ALLAH

#tafakur #souljourney #renungankalbu #selfhealing #Selfimprovement #bahagia

No comments:

Post a Comment

Let it go - Menanggapi fenomena pelakor

Entah karena ada medsos atau memang angka perselingkuhan makin tinggi, kenapa akhir2 ini makin banyak perselingkuhan. Entah karena per...